Jumat, 16 Oktober 2015

penantian ku untuk mu





Penantian ku untuk mu

 
            Di sini adalah kenanganku tentangnya , di tempat ini aku mendengar semua tengtangnya, tentangnya yang sudah dimiliki oleh orang lain. Disinilah untuk pertama kalinya aku merasa benar benar kecewa, kekecewaan yang amat dalam. Hasil dari penanntian ku untuknya untuk Iqbal. Entah dulu aku mengenalnya bagaimana tapi rasa itu tiba tiba muncul dalam hatiku. Tapi karena pengecutnya aku, aku tak pernah mengungkapkan perasaanku padanya. Disini taman biasa aku dapat melihatnya terseyum, bercanda dengan teman temannya, aku hanya dapat melihatnya dari jauh.
            “ hayo, kamu lagi lamunin apa” tegur citra membangunkan lamunanku tentangnya
            “ apaan sih, aku aku tidak melamun tau, aku hanya mengaguminya saja” jawabku
            “ah gak asik” jawab citra. “eh ayo ke kantin perutku laper ni” ajak citra.
            “ ia ia, tapi tunggu bentar deh  aku lupa gak bawa uang ni, aku pinjam uang kamu dulu ya, tenang aku ganti kok”
            “ sip deh, ayo buruan aku udah laper ni. Ajak citra